Kamis, 09 Mei 2013

Re : Untuk Teman


Hai Teman J aku baik-baik saja disini walaupun kamu nggak menanyakan kabarku. Surat untuk temanmu banyak sekali. Awalnya aku bingung waktu kamu memintaku membalas suratmu. Dan aku pikir itu e-mail. Sejenis surat yang biasanya kamu berikan ke teman kelas kita yang selalu duduk nomor dua depan. Yang waktu itu kamu memberitahuku di laboratorium TIK.
Hai Teman J Sebelum aku membalas isi dari suratmu, aku ingin menanyaimu sesuatu. Kamu lagi sedih ya? Jangan berpikir macam-macam dan bingung kenapa tiba-tiba aku menanyakan ini. Aku cuma mau bertanya. Jawab jujur ya kawan.
Sebenarnya, aku juga tak ingin bertemu manusia itu kok teman. Aku menyesal bisa melihatnya setiap dia ada. Bukannya aku benci, tapi aku cuma takut. Aku juga bingung kenapa aku selalu takut kok teman. Banyak masalah yang mengintai kalau dia ada. Manusia itu selalu berkeliling seakan semua orang menganggap dia itu tempat berkumpul. Iya kan? Kalau kamu nggak ngerti, anggap saja mengerti ya teman.
Aku jarang memikirkannya kok teman. Aneh kan? Aku nggak separah dulu-dulu. Aku sekarang sudah beda dan... agak ganjil, dan bahkan, hampir, setiap hari, aku tak pernah memikirkannya teman. Hanya sesaat dan itu hilang. Tapi sesaat itu mungkin setengah jam ya. Aku kadang bingung sama aku sendiri. Aku bingung kalau salah satu organ tubuhku lagi aktif apa nggak. Tau kan? Yang biasanya di bicarakan kaum hawa kalau lagi kumpul dan ngegosip.
Tipe sepertiku beda ya teman. Aku itu menjauh, bukan mendekat. Aku diam, bukannya bergerak. Aku hanya di tempat bukannya berpindah posisi. Aku berusaha membenci, bukan berusaha menyayangi. Tapi aku itu teguh, bukan ababil. Mungkin sih.
Tapi aku merasa ganjil kalau manusia itu tak ada teman.
Ah, maaf kalau aku mengira kamu suka dia. Sebenarnya itu tak masalah buatku kok teman. Aku tak akan berfikir negatif terhadap sesuatu yang ada hubungannya dengan manusia itu teman. Aku malas memikirkannya, dan bahkan itu bukan dari kehendakku lagi, tapi itu sudah menjadi sugesti. Aku seperti orang bodoh. Aku selalu mendukung apapun yang temanku lakukan. Yang positif.
Hai teman J Cuma ini balasan suratmu dariku. Maaf kalau pendek dan banyak hal yang tak ada hubungannya. Maaf kalau kamu merasa kesulitan membaca balasanku. Banyak kata yang kuputar, sadar ataupun tak sadar. Oh iya, kalau kamu tak keberatan, kamu menceritakan punyamu ya teman. Kamu itu secret admirer. Aku mau tahu juga rahasia seorang secret admirer.
Balas suratku secepat yang kamu bisa ya kawan. Aku menunggu tiap tulisan di layarmu.

Dari teman penasaran yang membalas suratmu. Muah.

4 komentar:

Gem mengatakan...

aku dong rin. Cerita!

arin. mengatakan...

apanya yang aku? ya ayok ketemu!

Gem mengatakan...

kapan cuuuyyyyy????????????????????

arin. mengatakan...

kamu yang nggak bisa terus cuuuuuyyyyyy

Posting Komentar